Sampel Industri Kecil Menengah yang diambil di sini adalah Produk Selly Sandal kerajinan sandal di Desa Keparakan Kidul, Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta. Industri ini milik Bapak Soranto yang berdiri kurang lebih 9 tahun-an. Bapak Soranto adalah seorang pengrajin Sandal kulit yang menggunakan bahan kulit samak nabati. Beliau membangun usaha ini dengan modal yang tidak banyak.
Sebelumnya Bapak Soranto memulai usahanya, beliau ikut mencari pengalaman bersama Pak Yadi. Beliau telah ikut bersama Pak Yadi sejak dia masih bersekolah di Sekolah Menengah Atas. Setelah beliau menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Atas, barulah beliau bekerja sebagai karyawan Pak Yadi. Beliau bekerja bersama Pak Yadi selama kira-kira sekitar 3 tahun-an. Setalah beliau memperoleh ilmu dari pengalaman yang lumayan banyak, beliau mencoba-coba membuka usaha sendiri. Beliau mengalami berbagai halangan dan rintangan dalam usahanya. Tapi beliau berusaha untuk tetap menjalankan usahanya hingga sampai seperti sekarang. Selama industri ini berkembang harga jual sandal di tempat Pak Soranto satu pasangnya adalah Rp. 10.000,-
Alat dan Bahan
Dalam pembuatan produk IKM Pak Soranto yang berupa sandal Flipflop atau sandal jepit, adapun alat dan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut:
- Plong: adalah alat yang digunakan untuk membuat lobang pada sandal, tempat jepit kaki.
- Tatah: adalah alat yang digunakan untuk membuat lobang kiri dan kanan tempat tali sandal.
- Nekermen: adalah alat yang digunakan untuk membuat tali sandal.
- Lis: adalah alat yang digunakan untuk membuat pola pada koten.
- Mesin Jahit: adalah alat yang digunakan untuk menjahit kulit nabati dan tali sandal.
- Kulit Nabati: adalah Bahan Kulit yang disamak nabati untuk membuat bagian atas sandal.
- Spon: adalah bahan yang digunakan untuk menempelkan bagian sol dengan kulit nabati.
- Sol: adalah bahan Lapisan paling bawah untuk sandal.
Proses Pembuatan Produk
Produk yang dibuat adalah sandal jenis Flipflop alias sandal jepit, sandal yang sering digunakan untuk pergi ke pantai atau ke tempat-tempat santai yang lain.
a) Bahan spons diberi lem latek, lalu dijemur sampai warnanya kembali seperti semula.
b) Bahan Kulit Nabati dalam bentuk lembaran dipola dengan menggunakan lis membuat bagian alas sandal.
c) Bahan Kulit Nabati lembaran tadi dipotong sesuai pola yang telah dibentuk.
d) Bahan Kulit Nabati diberi lem, kemudian ditempelkan pada spon yang sudah kering tadi dengan menggunakan lem latek. Lalu dijemur.
e) Bahan Spons dipotong sesuai bentuk kulit nabati yang telah dipolakan.
f) Bahan Spon dan bahan kulit nabati yang telah menempel tersebut dijahit.
g) Bahan Sol diberi lem aibon, lalu ditempelkan pada benen(spon dan kulit nabati yang telah dijahit).
h) Disetel menurut model yang diinginkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar